Jakarta - Politisi PPP Abraham (Lulung) Lunggana membuktikan loyal dan setia pada apa-pun ketetapan DPP. Pria yang akrab disapa Haji Lulung itu termasuk merupakan tidak benar satu loyalis Djan Faridz.
Saat kubu Djan mendeklarasikan pemberian bagi bakal calon gubernur petahana Basuki T Purnama (Ahok), Haji Lulung membangkang. Meski begitu dia mengaku menghargai ketetapan partai dan pilihan yang ditetapkan oleh DPP dan tetap kekeuh untuk tidak beri tambahan pemberian pada Ahok.
"Kita harus menghargai ketetapan partai. Itu sesungguhnya pilihan yang telah ditetapkan DPP. Kami Haji Lulung yang seperti penduduk luas sadar sesungguhnya kontroversi dengan Ahok. Kami termasuk harus mengambil ketetapan tidak menunjang Ahok," tandas Haji Lulung pas berbincang dengan detikcom, Sabtu (8/10/2016).
Lantas akankah Haji Lulung menentukan mundur dari partai yang telah membesarkannya itu?
"Enggak dong, kalau begini DPP yang harus menghargai ketetapan saya," tegasnya.
Polemik ini nampak lebih kurang tujuh bulan lalu, Lulung pernah sesumbar kalau PPP menunjang Ahok dia bakal nampak dari partai yang membesarkannya itu.
"Kalau PPP Djan Faridz menunjang Ahok, ya aku keluar. Keluar itu hak perorangan, bukan hak partai," kata Lulung pas itu.
Lulung menegaskan, nampak dari partai politik adalah hak kader secara pribadi. Bila seseorang kecewa dengan sikap partai maka nampak dari partai adalah perihal yang lumrah.
"Keluar itu hak seseorang gara-gara kecewa dengan partai!" tegas Lulung.
Seperti diketahui PPP pimpinan Romahurmuziy mengusung Agus Harimurti-Sylviana Murni di Pilgub DKI. Sementara itu pihak Djan menentukan untuk mengusung pasangan bakal calon gubernur petahana gara-gara tidak ada partai Islam yang mendukung.
Deklarasi pemberian itu disampaikan Djan di Kantor DPP PPP di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2016). Djan meyakinkan bahwa Lulung bakal siap menunjang Ahok sebagai calon gubernur DKI.
"Insya Allah, beliau membuktikan loyal dan siap melaksanaakan putusan DPP bahkan dihadiri semua DPW PPP se-Indonesia," tegasnya.

